Text
Paketan.id
Transformasi Digital Jadi Kunci Vital Bisnis Bertahan Saat Pandemi

Transformasi Digital Jadi Kunci Vital Bisnis Bertahan Saat Pandemi

Detik.com
Thu, 01 Jan 1970 08:00

Pandemi COVID-19 telah menunjukkan bahwa tidak ada bisnis yang 100% tahan banting. Tapi bisnis yang diperkuat oleh transformasi digital akan menjadi lebih tangguh dan lebih mampu bertransformasi ketika dihadapkan dengan perubahan struktural massal.

Ini adalah salah satu temuan dari studi Microsoft-IDC mengenai 'Culture of Innovation' yang dirilis di sela-sela perhelatan Microsoft Cloud Innovation Summit (MCIS) yang digelar secara virtual dengan tema 'Memberdayakan Indonesia di Tengah Pandemi Melalui Jalur Digital Menuju Ketahanan Bisnis Dengan Cloud Hybrid'.

Transformasi digital menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Bahkan organisasi yang telah menempuh perjalanan jauh dalam perjalanan transformasi digital sebelum pandemi sekarang perlu bergerak lebih cepat. Bukan hanya untuk bertransformasi, tetapi untuk meningkatkan ketangkasan, kecepatan menuju pasar, dan stabilitas.

"Inovasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Kami telah melihat bagaimana krisis baru-baru ini mendorong transformasi di seluruh wilayah, dan organisasi harus mengintegrasikan kemampuan untuk berinovasi ke dalam inti mereka, untuk memulihkan diri," kata Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dalam acara yang berlangsung secara virtual, Selasa (1/12/2020).

Microsoft Indonesia

"Awalnya kami membuat penelitian ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik seputar hubungan antara memiliki budaya inovasi dengan pertumbuhan organisasi. Tapi sekarang, lebih dari sekadar mencapai pertumbuhan, kami melihat bahwa memiliki budaya inovasi yang matang berarti ketahanan dan kekuatan untuk menahan krisis ekonomi dan memulihkan diri," sambungnya.

Sementara itu, Daniel-Zoe Jimenez, Associate Vice President, Head of Digital Transformation (DX), IDC Asia Pacific menyebutkan, organisasi di Indonesia telah menyadari betapa kemampuan mereka untuk berinovasi mendorong kinerja dan ketahanan bisnis mereka selama krisis.

"Sejak COVID-19, 61% organisasi di Indonesia, hampir sama dengan para pemimpin di Asia Pasifik (64%), menganggap inovasi menjadi lebih mudah. Ini menunjukkan bagaimana perusahaan di Indonesia merangkul budaya inovasi untuk menjadi lebih siap dan mempercepat transformasi mereka," ujarnya.

Temuan ini merupakan hasil dari survei terhadap 213 pengambil keputusan bisnis dan 234 pekerja di Indonesia dalam periode 6 bulan, sebelum dan sejak COVID-19.

Selain itu sebesar 74% organisasi di Indonesia telah mempercepat digitalisasi untuk beradaptasi dengan situasi normal yang baru. Mulai dari meluncurkan produk digital, memperkenalkan pembayaran online, hingga merangkul e-commerce dan melakukan otomatisasi. Ini lebih rendah di banding 87% pemimpin bisnis yang melakukan hal yang sama.

Studi di Indonesia merupakan bagian dari survei yang lebih luas di antara 3.312 pengambil keputusan bisnis dan 3.495 pekerja di 15 pasar di Asia Pasifik yang dilakukan dalam periode waktu yang sama.

Studi ini memperkenalkan framework budaya inovasi, yang mencatat pendekatan organisasi terhadap inovasi. Melalui penelitian, maturity suatu organisasi dipetakan ke dalam empat dimensi -SDM, proses, data, dan teknologi. Hasilnya, organisasi dikelompokkan dalam empat tahap - tradisionalis (tahap 1), pemula (tahap 2), adaptor (tahap 3) dan pemimpin (tahap 4). Pemimpin terdiri dari organisasi yang paling matang dalam membangun budaya inovasi.

Studi tersebut menemukan bahwa dalam kurun waktu enam bulan, 19% organisasi di Indonesia memiliki budaya inovasi yang matang, sebuah indikasi bahwa mereka telah meningkatkan kemampuannya dalam berinovasi. Sebagai perbandingan, organisasi di Asia Pasifik mengalami pertumbuhan 11% dalam kesiapan budaya inovasi.

Manusia dan teknologi dianggap sebagai dimensi terlemah dari kerangka budaya inovasi untuk organisasi di Indonesia. Ketika ditanya tentang prioritas mereka untuk 12 bulan ke depan, mereka menyatakan bahwa prioritas pada sumber daya manusia (22%) dan teknologi (45%) sebagai bagian yang paling penting untuk ketahanan dan pemulihan bisnis.

Microsoft Cloud Innovation Summit 2020 menghadirkan para petinggi dari perusahaan unggulan di Indonesia seperti Angkasa Pura I, Astra International, Bank Mandiri, Bluebird, Bukalapak, Bursa Efek Indonesia, JNE, Kalbe Farma, Kino, Pertamina, SOHO, XL Axiata, asosiasi industri, serta mitra Microsoft lainnya untuk membahas pentingnya budaya inovasi untuk mendorong ketahanan bisnis dan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Klik disini untuk halaman asli.
Berita Lainnya
Situs Paketan.id tidak bekerja sama atau berafiliasi dengan perusahaan ekspedisi.
Paketan.id Tracking Icon Lacak Paket
Paketan.id Shipping Cost Icon Biaya Pengiriman
Paketan.id History Icon Histori