Text
Paketan.id
Pengusaha Beberkan Dahsyatnya Corona Guncang Bisnis Logistik

Pengusaha Beberkan Dahsyatnya Corona Guncang Bisnis Logistik

Detik.com
Sat, 08 Feb 2020 22:32

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi menunda penerbangan dari dan ke China, sejak Rabu (5/2/2020) lalu. Penerbangan dari dan ke China tersebut efektif ditunda atau diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Hal ini tentunya berdampak negatif terhadap arus barang ekspor dan impor RI dengan China.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita sejak akses penerbangan dari dan ke China diputus sementara, maka telah terjadi penurunan ekspor lewat jalur udara hingga 40%.

"Dampak virus corona ini tentu cukup berat untuk ekspor kita bisa sampai (menurun) 30%-40%," ujar Zaldi kepada detikcom, Sabtu (8/2/2020).

Dampak penurunan ekspor ini paling mempengaruhi komoditas hasil laut Indonesia ke China. Zaldi merinci bahwa tren ekspor hasil laut Indonesia ke China biasanya berupa ikan segar.

"Paling terasa itu untuk ekspor hasil laut Indonesia, karena memang biasanya memakai kargo udara ke China dan Hong Kong," tuturnya.


Akibatnya tarif kargo udara di bandara dan pelabuhan kini turut mengalami kenaikan signifikan. Menurut Zaldi, rata-rata kenaikan tarif kargo bisa mencapai 30% dari tarif normalnya.

"Kenaikan tarif sebenarnya sangat beragam, dan komponennya banyak sekali, apalagi dengan kewajiban memakai BBM Non-Sulfur bagi pelayaran membuat biaya kirim kontainer naik sampai 30%," ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat menurunkan kembali tarif kargo yang naik imbas wabah corona tersebut agar tak memberatkan pengusaha logistik.

"Kita berharap pemerintah tidak menambah tarif atau bahkan mengurangi biaya kargo di bandara maupun pelabuhan selama terjadinya virus ini, agar tidak membuat biaya logistik kita malah menjadi naik," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, menurutnya sejak diberhentikannya penerbangan dari dan ke China, segala kegiatan pengusaha logistik ikut terdampak.

"Untuk air freight (udara) sudah dipastikan terkena dampaknya karena berhenti penerbangan, karena hampir 85% angkutan udara mempergunakan pesawat penumpang (kargo), tapi khan pemerintah memberhentikan semua penerbangan termasuk freighter," ungkap Yukki kepada detikcom.


Untuk itu, pihaknya berharap kebijakan beserta wabah ini tak berlangsung terlalu lama agar tidak mematikan arus logistik baik ekpor maupun impor.

"Tentunya kami sangat mengharapkan tidak berlangung lama dikarenakan akan memukul kegiatan expor dan impor kita, di mana kita ketahui China merupakan pasar terbesar kita untuk beberapa komoditi sebalikanya juga impor," tuturnya.

Klik disini untuk halaman asli.
Berita Lainnya
Situs Paketan.id tidak bekerja sama atau berafiliasi dengan perusahaan ekspedisi.
Paketan.id Tracking Icon Lacak Paket
Paketan.id Shipping Cost Icon Biaya Pengiriman
Paketan.id History Icon Histori